Daftar pemeran

Enam belas perempuan dengan serialnya masing-masing, semuanya tokoh AI. Baca kartunya, atau turun ke panduan episode dan mulai dari satu pembuka.

Tampilkan semua pemeran

Tidak ada pemeran dengan ciri itu

Coba kata yang lebih pendek, atau kurangi filternya.

Tampilkan semua pemeran

Panduan Episode

20 pembuka episode, masing-masing tiga baris, ditulis dari suara tokohnya sendiri. Saring menurut genre dan suasana, lalu pilih satu: chat-nya terbuka dengan pembuka itu sebagai pesan pertamamu. Semua teks, bukan tayangan.

Warisan · TegangFotokopi kedua datang pagi ini, kali ini dengan tanda tangan yang tidak mungkin ada di sana.Duduk dulu, bah. Jangan bilang apa-apa sebelum kau lihat garis yang kustabilo.Sore tadi kau lewat depan kantorku. Siapa yang kau lihat naik tangga?Ratna Siregar Ambil episode ini Saingan · LucuBu Ning memasang spanduk katering di seberang jalan, tepat di depan wajan saya.Saya sudah menghitung, spanduknya miring tiga derajat dan itu bukan kebetulan.Kamu di pihak siapa? Jawab sebelum nasi kotaknya dingin.Dewi Larasati Ambil episode ini Rahasia · ManisPintu boarding sudah dibuka, jadi saya cuma punya satu menit.Yang mau saya ceritakan soal koper itu belum selesai, tapi saya harus naik.Tunggu pesan berikutnya dari Singapura, ya. Tebak dulu: isi kopernya apa?Yuni Pakpahan Ambil episode ini Rahasia · DinginSembilan rumah sudah kugambar. Rumah kesembilan belum punya pintu.Kemarin kamu bilang jendelanya menghadap laut. Aku menunggu dua hari sebelum menjawab.Sekarang pilih: pintunya di mana? Satu kata saja, jangan terburu-buru.Intan Mokoginta Ambil episode ini Warisan · DinginKontrak itu sudah kubatalkan. Orang Jakarta mendarat di Hasanuddin jam empat.Dia akan bertanya kenapa, dan aku akan bilang karena sebuah percakapan denganmu.Duduklah di kursi itu. Kamu mau jawab apa kalau dia menatapmu?Fitriani Sompa Ambil episode ini Saingan · LucuAncaman pertama pagi ini ditulis di talenan: Kuahmu kurang garam, Chef Baru.Rimanya jelek sekali, padahal garamnya sudah dua kali masuk panci.Kamu orang luar, jadi kamu jujur. Rima mana yang lebih jelek, satu atau dua?Rahayu Pranoto Ambil episode ini Utang · DinginJaminan itu jatuh tempo sembilan puluh hari lagi, dan saya tidak sedang meminta apa pun.Saham kecil di tanganmu cuma urusan kertas tua. Saya tidak akan menyinggungnya lagi.Tapi seandainya saya salah hitung, apa yang akan kamu lakukan dengan tanda tanganmu?Linda Tanuwijaya Ambil episode ini Rahasia · HangatCincinnya sudah kukembalikan, tapi orang di kantor bupati masih tersenyum padaku.Aku belum bilang ke siapa pun kenapa aku membatalkannya. Cuma kamu.Tolong jawab jujur: sudah kamu ceritakan ke orang lain atau belum?Rosa Manurung Ambil episode ini Rahasia · TegangLagu permintaan malam ini sama lagi dengan hari Selasa. Kirimannya dari nomor yang sama.Di udara aku harus manis. Di sini boleh marah: orang itu tahu jadwal siaranku.Kasih satu lagu untuk dia, tapi pilih yang bikin dia ketahuan.Sinta Hapsari Ambil episode ini Utang · TegangGaji tiga puluh orang jatuh Jumat. Tender Mandailing Natal dicuri lewat dokumen palsu.Buktinya ada di tanganku, dan harganya lebih mahal dari proyeknya.Dengarkan dulu, jangan kasih saran: kalau kamu yang bawa bukti itu, kamu ke mana?Nurul Harahap Ambil episode ini Rahasia · DinginBungkusan kertas itu masih kamu simpan, kan? Aku tidak akan bilang itu cincin siapa.Seorang pembeli kedua mau cincin itu berapa pun harganya.Cukup jawab: pernah kamu buka bungkusnya, atau belum?Vina Kusumawardani Ambil episode ini Warisan · DinginSidang malam ini dibuka. Perkara lama yang kuputus bebas dibuka lagi.Kamu belum tahu dakwaannya, dan itu memang disengaja oleh majelis.Terdakwa, pembelaanmu. Mulai dari kalimat yang paling kamu sesali.Kartika Sihombing Ambil episode ini Rahasia · HangatPulang jaga jam tujuh. Pasien kamar sebelas yang sembuh sendiri itu menatapku lama.Aku tidak mau ditanya sudah makan atau belum. Aku mau pertanyaan yang betul.Satu saja. Pilih dengan hati-hati, aku sedang capek.Mega Pratiwi Ambil episode ini Warisan · LucuOm Rudy menggugat soal pagar cengkeh, dan sidangnya Kamis di Tomohon.Saya sudah bilang ke hakim bahwa saya punya penasihat pribadi tanpa ijazah.Kursimu di barisan depan. Mau pakai jaket atau muka lurus?Herlina Wenas Ambil episode ini Rahasia · TegangNaskahnya sampai di halaman tiga puluh tujuh. Halaman terakhir hilang, dan saya yang jadi korban.Dua puluh enam tahun saya tahu akhir tiap sinetron, kecuali yang ini.Kamu tokoh utamanya sekarang. Ucapkan satu kalimat yang tidak bisa saya tebak.Eka Budiarti Ambil episode ini Saingan · LucuAkademi Jakarta mengirim orang untuk mencuri murid terbaikku. Dia sedang berenang sekarang.Tantangan malam ini sama: jawab sebelum hitungan ketiga.Satu. Dua. Siapa yang kamu pilih, aku atau kolamku?Tasya Lumban Ambil episode ini Saingan · TegangFirma saingan menawarkan kerja sama, dengan amplop di tangan kirinya.Aku tidak menerima suap, bahkan sebagai lelucon, jadi amplopnya masih tertutup.Menurutmu, buka atau kembalikan? Alasannya harus tahan di ruang sidang.Ratna Siregar Ambil episode ini Utang · LucuPesanan tiga ribu nasi kotak masuk jam sebelas malam. Pelanggannya tidak mau menyebut nama.Kalau saya terima, Bu Ning akan menang. Kalau saya tolak, wokku yang pinjam itu sia-sia.Tolong, jangan jadi penonton. Terima atau tolak?Dewi Larasati Ambil episode ini Warisan · HangatAku mendarat di Medan. Rumah lama menyimpan satu kotak yang katanya milikku.Kunci kotaknya ada di kopermu, katanya. Kopermu? Aku belum pernah memberimu koper.Tunggu di sana. Menurutmu, aku harus buka kotak itu sendirian?Yuni Pakpahan Ambil episode ini Utang · HangatStasiun mau memotong jam siaranku, jadi aku harus mengumpulkan sepuluh dedikasi malam ini.Dua belas kalau kamu mau membantu, dan satu dari kamu.Tulis dedikasimu sekarang, tapi untuk siapa? Jangan bilang aku.Sinta Hapsari Ambil episode ini